Aku peta.. aku peta.. aku peta… aku peta!
Bicara tentang peta, jadi teringat cuplikan kata diatas. Yap betul sekali, kata-kata diatas merupakan kata-kata yang selalu di ucapkan sang peta ketika Dora dan Boots dalam film anak-anak Dora The Explorer tersasar dalam sebuah perjalanan. Sang peta kemudian menunjukkan gambarnya kepada Dora dan Boots. Disana terlihat simbol-simbol yang menunjukkan sesuatu seperti garis dan ada juga yang berbentuk seperti gambar. Kemudian Dora serta Boots mengikuti gambar pada peta tersebut dan coba tebak? Dora dan Boots selalu berhasil sampai ke tempat tujuan.
Mengingat kembali apa yang dipelajari dalam geografi yaitu segala sesuatu yang terjadi diatas permukaan bumi serta fenomena yang menyertainya, maka seorang geograf juga butuh sharing ilmunya kepada orang lain tanpa orang lain harus merasa berat untuk memahaminya. Salah satu cara dalam menerjemahkan “bahasa geografi” tersebut yaitu melalui peta.
Peta disini tidak secara langsung diartikan sebagai gambar yang dapat menuntun orang agar tidak tersasar, namun lebih luas lagi peta disini merupakan penerjemahan dari fenomena yang terjadi pada permukaan bumi tersebut. Saya ambil contoh, pernahkah teman-teman melihat Peta Jakarta? Dalam Peta Jakarta tersebut pasti teman-teman melihat adanya simbol-simbol dan gambar yang terkadang teman-teman tidak terlalu memahami. Coba teman-teman bandingkan juga jika teman-teman pernah menonton film tentang bajak laut. Maka menurut tebakan saya pasti teman-teman lebih mudah memahami arti peta dalam film bajak laut tersebut. Hal tersebut dikarenakan peta pada film bajak laut hanya menyajikan simbol-simbol yang sifatnya tidak mendetail dari fenomena yang terjadi diatas permukaan bumi yang ada misalnya di suatu pulau. Maka begitupula selanjutnya yang terjadi pada Peta Jakarta, namun pada Peta Jakarta lebih menerjemahkan sebuah ruang dengan lebih detail.
Pada peta diketahui ada tiga simbol yang melambangkan usur peta yaitu titik, garis, dan polygon. Simbol titik yaitu simbol yang melambangkan posisi sebuah fenomena yang sifatnya tepat posisinya pada tempat tersebut. Sebagai contoh kita dapat melihat pom bensin sebagai sebuah simbol titik pada peta karena lokasinya yang tepat pada tempat tersebut. Pada simbol garis dapat dilihat fenomena yang mudah untuk diketahui yaitu seperti jalan. Dapat kita lihat jalan-jalan yang berada di Jakarta rata-rata berupa jalan yang lurus, maka tidak salah jika kita melihat Peta Jakarta hampir sebagian besar gambar yang terdapat pada peta berupa garis lurus. Dan yang terakhir yaitu polygon. Polygon adalah simbol yang melambangkan luasan sebuah wilayah misalkan perumahan. Bagaimana, sudah lebih terbuka mengenai peta?
Pertanyaan selanjutnya mengapa peta yang disebutkan diatas merupakan salah satu bagian dari geografi sementara kita mengetahui bahwa bidang studi lain seperti teknik-pun menggunakan peta sebagai bagian dari kajian ilmu mereka misalnya teknik sipil. Jawabannya adalah karena peta pada penjelasan diatas hanya menggambarkan fenomena geografi yang terjadi pada perkotaan seperti pom bensin, jalan, dan perumahan. Sedangkan untuk hal lainnya yang sifatnya lebih “alami” seperti sungai, ketinggian sebuah gunung, maupun luas sebuah hutan belum dijabarkan disana. That’s the answer..
more about peta- tunggu tulisan selanjutnya..
