Baik kawan-kawan, sudah siap mengetahui lebih lanjut tentang apa itu geografi?
Setelah mengetahui bahwa banyak fenomena yang terjadi di permukaan bumi, bagaimana cara mengetahui hasilya?
Seorang geograf (orang yang mendalami ilmu geografi) memiliki kemampuan yang baik dibidang analisis. Seorang geograf mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya fenomena tersebut. Misalnya, mengapa Indonesia jarang terjadi topan? jawabannya adalah setiap badai bergerak dengan lintasan mereka masing-masing. Meskipun demikian, pada umumnya badai yang terbentuk di sebelah Utara ekuator bergerak ke arah Barat atau Barat Laut, dan badai yang terbentuk di sebelah Selatan ekuator bergerak ke arah Barat atau Barat Daya. Ini berkaitan banyak faktor termasuk di antaranya arah rotasi bumi dan gaya corioli yang ditimbulkannya.
Badai tropis bergerak berbanding lurus dengan besar gaya coriolis bumi. Karena Indonesia berada di wilayah ekuator dengan sudut lintang rendah, maka harga Sinus yang didapat mendekati nol. Hal tersebut menyebabkan badai tropis apapun tidak mungkin melintasi wilayah Indonesia. Bisa dilihat dari data klimatologi bahwa wilayah tumbuh badai tropis adalah di atas 10o LS pada bulan Desember sampai April dan diatas 10o LU pada bulan September sampai November.
Indonesia tidak seperti negara-negara yang seringkali menjadi lintasan badai seperti Amerika, Jepang, Australia, Filipina atau negara lainnya. Indonesia hanya akan terkena pengaruh tidak langsung yaitu berupa angin kencang, gelombang tinggi dan hujan pada daerah-daerah yang dekat dengan tempat tumbuhnya badai.
Nah geografi mempelajari apa yang disebut fenomena tersebut dengan dihubungkan dari ilmu meteorologi dan klimatologi misalnya (seperti yang dijelaskan diatas).
Ada satu lagi karakteristik dari ilmu geografi yaitu selalu menggunakan peta sebagai media penjelasnya. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di tulisan saya berikutnya.
sumber:
- meteo.bmg.go.id/arsippdf/Badai_Tropis.doc